CeritaSumbawa: Pariwisata Kita Semua #2


“Vina yang sekolah di SMP 1 Sumbawa Besar itu? Iya, karyanya dia enggak diragukan lagi. Walaupun aku enggak ngerti soal seni. Tapi aku tau mana hasil potret yang bagus. Apalagi kalo aku modelnya. Beuh, dari sudut mana aja tetep tampan gilak!” Kata Gifari dengan pedenya.

“Emang ya, pemuda hebat bisa menghasilkan karya hebat dari tempat wisata yang hebat. Eh, kalian waktu itu ikut event wisata sumbawa gak? Itu, Tambora Menyapa Dunia. Aku enggak tau pasti eventnya kayak gimana. Yang pasti event itu mengundang turis dari mancanegara tau. Ada Pesta Rakyat Bau Nyale, menceritakan tentang seorang putri yang rela menceburkan diri ke laut daripada dipersunting para putra mahkota kerajaan Lombok. Jangan lupa juga sama Festival yang selalu kita tunggu di Sumbawa, Festival Moyo.”

Tambora Menyapa Dunia 2015. Source: dishubkominfo.ntbprov.go.id
Parade saat Festival Moyo. Source: travel.detik.com

“Iya. Duh, sayang banget jadwalnya tabrakan sama hari sekolah. Jadinya enggak bisa ikutan. Tapi, pas liburan aku diajak jalan-jalan sama keluargaku. Kita pergi ke Pulau Moyo. Daya tariknya itu ada di alam bawah lautnya. Kita juga bisa ngeliat hiu putih dan ikan pari disana. Di bagian darat enggak kalah keren sama lautnya. Ada habitat kawanan rusa, sapi liar, babi hutan, dan burung gosong. Disana juga ada yang namanya Queen Waterfall. Lady Diana pernah kesana lho. Satu lagi yang harus dicatet. Pasir putihnya haluuuuus.” Dekwid curhat gak jelas yang bikin iri semua orang.

Pulau Moyo. Source: klikhotel.com
“Aku mah udah pernah ke Pulau Moyo. Enggak usah jauh-jauh. Yang deket aja udah indah, kok. Misalnya Dalam Loka sama Pantai Kencana. Dalam Loka kan sering jadi tempat anak-anak muda foto-foto. Dalam Loka juga tercatat sebagai rumah panggung terbesar di dunia. Bangunan itu punya filosofi semua aturan adat istiadat maupun nilai-nilai dalam sendi kehidupan harus bersemangatkan syariat Islam. Kalau bahas soal Pantai Kencana, yah banyak banget pasti orang yang kesana. Disana enggak cuma ada pantai, tapi ada hotel, restoran, sama kolamnya juga. Kita juga bisa pergi ke Pulau Moyo lewat Pantai Kencana.” Gifari enggak mau kalah.
Dalam Loka. Source: klikhotel.com

Pantai Kencana. Source: klikhotel.com

“Udahlah. Gak usah bahas itu. Aku laper. Ke kantin yok. Makan nasinya bibi kantin gak masalah kalo jam segini mah. Coba aja ada makanan khas Sumbawa di kantin. Pasti laku berat tuh.” Kata Guntur sambil mengelus-elus perutnya.

“Yap. Singang misalnya. Makanan yang kelihatan kayak gulai ikan ini peminatnya bejibun di Sumbawa. Warnanya kekuning-kuningan, hijau daun kemangi, dan merah cabe rawit di kuahnya. Belum lagi Sepat yang berupa ikan bakar dan dicelupin ke kuah sepatnya. Ikan yang dipakai kan biasanya kakap sama baronang berukuran sedang. Jadi, dagingnya lumayan empuk. Rasanya, manis, asam, pahit. Namanya sepat, rasanya sepat. Tapi enggak tau kenapa rasanya tetep enak ya. Kalo aku sih lebih suka sama ayam lalapan taliwang. Sudah dibakar, sambelnya itu nambah kenikmatan.” Secara tidak sadar air liur Dekwid menetes ketika membicarakan soal makanan enak.
Singang. Source: youngnesia.com
Sepat. Source: makanansumbawa.blogspot.com

“Makan mulu yang kalian pikirin. Inget olahraga. Kalo badan melar kan repot juga.”

 “Aku enggak suka olahraga...”



“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Disporabudpar 2016.”
Sumur:

Mention ke @ngurahdimas di Twitter kalau mau bertanya soal pariwisata Sumbawa ya.
Previous
Next Post »

Berkomentar lah sebelum berkomentar menambah pr matematika kalian :* ConversionConversion EmoticonEmoticon